Sabtu, 07 Maret 2015

robotikauns.net | Pada artikel-artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai driver motor DC yang hanya dapat digunakan untuk memutar as motor DCMP dalam satu arah (CW atau CCW). Pada tulisan kali ini, penulis akan memberikan penjelasan mengenai pembuatan driver motor DCMP yang dapat mengendalikan putaran motor DCMP dalam dua arah putar, yaitu arah putar CW dan arah putar CCW. Driver motor DCMP untuk putaran dua arah yang paling banyak digunakan adalah konfigurasi jembatan H (H-bridge). Konfigurasi H-bridge ini terdiri atas 4-buah komponen saklar (S1, S2, S3, dan S4) yang dirangkai sebagaimana tampak pada gambar 1a. Mengapa konfigurasi ini disebut dengan jembatan H atau H-bridge? Karena keempat komponen saklar penyusunnya dirangkai sedemikian rupa sehingga seperti membentuk huruf H. Mari melihat gambar 1b.

Gambar 1. Konfigurasi jembatan H (H-bridge)

Bagaimanakah cara kerja driver motor DCMP H-bridge?
Cara kerja driver motor DCMP H-bridge sebenarnya masih seperti driver motor DCMP yang hanya menggunakan sebuah saklar yang penulis jelaskan pada artikel sebelumnya, yaitu menghubung dan/atau memutus hubungan tegangan catu menuju.... Selengkapnya >>


Driver motor DCMP H-bridge Menggunakan Transistor BJT

robotikauns.net | Pada artikel-artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai driver motor DC yang hanya dapat digunakan untuk m...

Kamis, 05 Maret 2015

robotikauns.net | Pada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai prinsip kerja pengendalian putaran motor DCMP, yaitu menyambung dan memutuskan tegangan catu pada kutub-kutub motor. Apabila pada artikel sebelumnya untuk menjadikan motor DC-MP berputar adalah dengan menekan saklar S1 (lihat gambar 1, pada rangkaian sebelah kiri) dan sebaliknya untuk membuat motor tidak berputar (off) adalah dengan melepaskan tekanan pada saklar S1. Sehingga proses penyaklarannya (switching) menggunakan saklar mekanik yang dioperasikan (ditekan) oleh manusia (manual).



Gambar 1. Saklar elektronik (transistor) menggantikan saklar mekanik

Supaya driver motor DCMP dapat diaplikasikan pada sistem otomatis, maka peran saklar mekanik (Saklar S1) harus diganti dengan saklar elektronik yang berupa komponen transistor. Lihat.... Selengkapnya >>


Driver Motor DCMP: Saklar Elektronik Menggantikan Saklar Mekanik

robotikauns.net | Pada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai prinsip kerja pengendalian putaran motor DCMP, yaitu menya...

Selasa, 03 Maret 2015


robotikauns.net
| Pada artikel sebelumnya, penulis telah menyampaikan mengenai prinsip kerja pengendalian putaran motor DC-MP, yaitu menyambung dan memutuskan tegangan catu pada kutub-kutub motor. Jika pada artikel sebelumnya (berdasar gambar 1) penulis menyampaikan bahwa untuk menjadikan motor DCMP berputar atau tidak berputar adalah dengan menekan atau tidak menekan saklar S1.

Gambar 1. Mekanisme prinsip kerja driver motor DC-MP

Pada artikel kali ini, penulis akan menunjukkan contoh driver motor DCMP yang dibuat dengan menggunakan saklar mekanik, namun dapat diaplikasikan pada sistem otomatis. Pada driver motor DCMP ini proses menyambung dan memutus tegangan catu pada kutub-kutub motor DCMP tidak lagi membutuhkan bantuan manusia, walaupun komponen penyaklarnya masih berupa saklar mekanik. Mengapa bisa demikian? Karena saklar mekanik yang digunakan bukanlah saklar mekanik yang dalam operasinya memerlukan bantuan manusia (ditekan), namun menggunakan saklar mekanik yang terkendali oleh komponen elektro-mekanik, yaitu relay.

Selengkapnya >>


Driver motor DCMP Menggunakan Relay

robotikauns.net | Pada artikel sebelumnya, penulis telah menyampaikan mengenai prinsip kerja pengendalian putaran motor DC-MP, yaitu m...

Senin, 02 Maret 2015

robotikauns.net | Prinsip kerja pengendalian putaran motor DC-MP adalah menyambung dan memutuskan tegangan catu pada kutub-kutub motor. Secara sederhana dapat dipahami dengan memperhatian gambar 1 di bawah ini. Pada gambar 1, untuk menjadikan motor DC-MP berputar adalah dengan menekan saklar S1 dan sebaliknya untuk membuat motor tidak berputar (off) adalah dengan melepaskan tekanan pada saklar S1. Mekanisme seperti pada gambar 1 tersebut, hanya mengizinkan motor DC-MP berputar ke satu arah putar, yaitu berputar searah putar jarum jam (CW) saja, atau berputar berlawanan arah putar jarum jam (CCW). Untuk mengganti arah putar, dapat dilakukan dengan memindah hubungan kutub-kutub motor secara berkebalikan.



Gambar 1. Mekanisme prinsip kerja driver motor DC-MP

Pada sistem otomatis, proses menyambung dan memutus tegangan catu pada kutub-kutub motor DC-MP tidaklah dilakukan dengan bantuan manusia, namun menggunakan mekanisme elektronik yang memungkinkan pengendalian putaran motor DC-MP dengan menggunakan peranti kendali otomatis, seperti IC logika atau IC mikrokontroler.




________________
Sumber pustaka:
Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2014, "Prinsip Kerja Driver motor DC magnet Permanent", www.robotics-university.com


Prinsip Kerja Driver motor DC magnet Permanent

robotikauns.net | Prinsip kerja pengendalian putaran motor DC-MP adalah menyambung dan memutuskan tegangan catu pada kutub-kutub motor. ...

 

Robotika UNS © 2015 - Supported by ET | Designed by Templateism.com | Plugins By MyBloggerLab.com