Kamis, 07 Mei 2015

robotikauns.net | Aksi kendali derivative adalah aksi kendali yang memiliki karakter mampu meningkatkan stabilitas sistem, mengurangi overshoot, dan menaikkan respon transfer.



Gambar 1. Diagram blok sistem kendali derivatif (D)

Persamaan hubungan antara keluaran sistem dengan sinyal error pada aksi kendali derivatif adalah sebagai berikut ... Selengkapnya >>

Teknik Kendali Derivatif (D)

robotikauns.net | Aksi kendali derivative adalah aksi kendali yang memiliki karakter mampu meningkatkan stabilitas sistem, mengurangi ov...

Rabu, 06 Mei 2015

robotikauns.net | Aksi kendali integral adalah Aksi kendali yang memiliki karakter akan menghilangkan kesalahan keadaan tunak, tetapi memperburuk respon transien.


Gambar 1. Diagram blok sistem kendali integral (I)

Persamaan hubungan antara keluaran sistem dengan sinyal error pada aksi kendali integral adalah sebagai berikut ... Selengkapnya >>

Teknik Kendali Integral (I)

robotikauns.net | Aksi kendali integral adalah Aksi kendali yang memiliki karakter akan menghilangkan kesalahan keadaan tunak, tetapi me...

Selasa, 05 Mei 2015

robotikauns.net | Aksi kendali proporsional (P) adalah aksi kendali yang memiliki karakter dapat mengurangi waktu naik (rise time), tetapi tidak menghilangkan kesalahan keadaan tunak (steady satate error).

Gambar 1. Diagram blok sistem kendali proporsional (P)

Persamaan hubungan antara keluaran sistem u(t) dengan sinyal error e(t) pada aksi kendali proporsional adalah sebagai berikut ... Selengkapnya >>

Teknik Kendali Proporsional (P)

robotikauns.net | Aksi kendali proporsional (P) adalah aksi kendali yang memiliki karakter dapat mengurangi waktu naik (rise time), teta...

Senin, 04 Mei 2015

robotikauns.net | Pada artikel sebelumnya tentang “Teknik Kendali Dua Kondisi (On-Off)”, penulis telah menyampaikan apa yang dimaksud dengan teknik kendali dua kondisi (On-Off). Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengajak pembaca sekalian untuk mengetahui aplikasi teknik kendali dua kondisi (On-Off) pada pengendalian sistem robot line follower (LF). Diagram blok pengendalian on-off pada robot LF dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1 menunjukkan bahwa pengendalian pada robot LF adalah termasuk dalam sistem kendali loop terbuka (open loop), karena di sana tidak terdapat elemen umpan balik dari keluaran (output) sistem yang dalam hal ini adalah kondisi putaran motor penggerak roda yang terukur oleh suatu sensor (misalnya: encoder) menuju unit pendeteksi kesalahan.


Gambar 1. Diagram blok pengendalian on-off pada robot LF

Beberapa ilustrasi pendeteksian garis pandu oleh sensor robot LF terprogram di bawah ini akan memberikan penjelasan mengenai cara kerja robot LF terprogram... Selengkapnya >>


Aplikasi Teknik Kendali Dua Posisi (On-Off) Pada Pengendalian Robot Line Follower

robotikauns.net | Pada artikel sebelumnya tentang “ Teknik Kendali Dua Kondisi (On-Off) ”, penulis telah menyampaikan apa yang dimaksud d...

Sabtu, 02 Mei 2015

robotikauns.net | Aksi kendali dua posisi adalah aksi kendali otomatis yang hanya mempunyai dua kondisi/posisi, yaitu “On” dan “Off” (Ogata, 1996: 199). Sehingga sistem kendali dua posisi ini sering juga disebut dengan sistem kendali On-Off. Gambar 1 merupakan gambar diagram blok sistem kendali dua posisi (on-off).


Gambar 1. Diagram blok sistem kendali on-off

Dalam sistem kendali On-Off untuk memperoleh sinyal keluaran sistem dapat dilakukan dengan mengambil dari sinyal keluaran pengendali u(t) yang cenderung tetap pada salah satu nilai maksimum atau minimum, tergantung apakah sinyal pembangkit kesalahan (error) positif atau negatif, sehingga nilai u(t) dapat dituliskan sebagai berikut:






________________
Sumber pustaka:
Ogata, Katsuhiko, 1996, “Teknik Kontrol Automatik”, Buku terjemahan, Erlangga, Jakarta.

[Taufiq, 2015] Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2015, "Teknik Kendali Dua Posisi (ON-OFF)", www.robotics-university.com



Teknik Kendali Dua Posisi (ON-OFF)

robotikauns.net | Aksi kendali dua posisi adalah aksi kendali otomatis yang hanya mempunyai dua kondisi/posisi, yaitu “On” dan “Off” (Og...

Jumat, 01 Mei 2015

robotikauns.net | Pengertian dari kendali otomatis adalah membandingkan nilai sebenarnya dari keluaran sistem secara keseluruhan (Plant) dengan mengacu pada masukan (nilai yang dikehendaki), menentukan penyimpangan (error), dan menghasilkan sinyal kendali yang akan mengurangi error menjadi nol atau mendekati nol (Ogata, Katsuhiko, 1996: 197).


Gambar 1. Diagram blok sistem kendali otomatis

Sedangkan aksi kendali adalah cara bagaimana suatu kendali otomatis dapat menghasilkan sinyal kendali (Ogata, 1996: 197). Dalam teknik kendali otomatis dikenal 7 buah aksi kendali konvensional, yaitu:

1. Aksi kendali dua posisi (on-off).
2. Aksi kendali proporsional (P).
3. Aksi kendali integral (I).
4. Aksi kendali derivative (D).
5. Aksi kendali proporsional + integral (PI)
6. Aksi kendali proporsional + derivatif (PD).
7. Aksi kendali proporsional + integral + derivative (PID).

Pembahasan untuk masing-masing aksi kendali tersebut di atas akan penulis sampaikan pada artikel-artikel selanjutnya.




________________
Sumber pustaka:
[Ogata, 1996] Ogata, Katsuhiko, 1996, “Teknik Kontrol Automatik”, Buku teks terjemahan, Erlangga, Jakarta.

[Taufiq, 2015] Taufiq Dwi Septian Suyadhi, 2015, "Teknik Kendali Otomatis", www.robotics-university.com


Teknik Kendali Otomatis

robotikauns.net | Pengertian dari kendali otomatis adalah membandingkan nilai sebenarnya dari keluaran sistem secara keseluruhan (Plant) ...

 

Robotika UNS © 2015 - Supported by ET | Designed by Templateism.com | Plugins By MyBloggerLab.com